Jumat, 28 September 2007

PEMANFAATAN GOOGLE EARTH

MEMANFAATKAN GOOGLE EARTH UNTUK MEMBUAT PETA KOTA


Peta Kota yang menginformasikan jalan berikut nama jalan, sungai, disertai Point of Interest serta bangunan. Proses pembuatan peta kota skala detail menggunakan beberapa sumber data yaitu : Peta Persil 1:1000, Peta Skala 1 : 25.000, Foto Udara, citra resolusi tinggi Quickbird, Ikonos.

Google Earth memiliki image server yang mengalami updating data secara berkala, untuk kota-kota besar di Indonesia, umumnya sudah tercover datanya dengan citra resolusi tinggi. Untuk memanfaatkan citra dari Google Earth suatu kota, dapat di download atau disimpan menjadi image resolusi tinggi. Dengan menggunakan software pengolah citra seperti ERMAPPER, GlobalMapper, PCI Geomatic maka citra tersebut dilakukan proses registrasi, rectifikasi sehingga memiliki ketepatan posisi geografisnya dengan memanfaatkan data GPS sebagai control pointnya.

Peta Kota seperti Medan, Surabaya, Yogyakarta, Bogor, Semarang, Jabodetabek dapat didigitasi memanfaatkan data Ikonos/Quickbird dan Google Earth. Ketelitian dari proses digitasi sangat dipengaruhi oleh proses registrasi dan rectifikasi citra Google Earth. Penggunaan GPS Geodetik akan lebih meningkatkan presisi kontrol point.

Gambar diatas Citra yang diambil dari Google Earth untuk sebagaian kota Madiun. Citra yang sudah diregistrasi dengan kontrol point yang akurat dapat diintrepretasikan untuk selanjutnya didigitasi untuk setiap unsur. Seperti Penggunaan Lahan, Layer jalan, Sungai dll.

Akurasi penggunaan Google Earth sebagai image server mungkin sangat jarang, namun cukup murah untuk digunakan sebagai pelengkap ketersediaan data. Yang dibutuhkan adalah software Google Earth berlisensi dan saluran internet kecepatan tinggi.

Umummnya data citra Quickbird dan Ikonos sangat mahal, namun kalau melihat tujuan prosesing citra tersebut untuk menghasilkan image komposit untuk di digitasi, tidaklah jauh berbeda jika kita memanfaatkan data Google Earth.

Tidak ada komentar: